BORNEONEWS, Sampit - Saat ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah ada 140 desa dari 168 desa yang sudah terbentuk mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Namum dalam rangka mendukung kegiatan itu para perangkat desa masih perlu dibekali.
"Untuk mendukung penyelenggaraan BUMDes yang sedang berkembang dari tanggal 19 hingga 23 Juli 2018 akan diadakan bimbingan teknia," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kotim, Redy Setiawan, Jumat (13/7/2018).
Bimtek itu akan diikuti pengurus BUMDes dan kepala desa sebagai pengawai BUMDes.
Kegiatan semacam ini menurut Redy akan dilakukan secara bertahap untuk pembekalan ilmu pengetahuan sebagai pengelola agat BUMDes bisa maju dan berkembang menjadi sumber pemasukan bagi desa.
Bahkan menurut Redy dalam kegiatan itu juga mereka akan membawa peserta untuk melakukan kunjungan lapangan dengan mengunjungi desa Ponggok yang tetkenal keberhasilannya mengelola BUMDes.
"Pengelolaan BUMDes Ponggok yang terkenal sudah dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo. Pengelolaan BUMDes yang sukses di sana mampu mencapai puluhan miliar," pungkasnya.
Redy berharap BUMDes di Kotim bisa terus berkembang agar mampu mendongkrak keuangan desa melalui pendapatan asli desa. Karena potensi di Kotim dari berbagai sektor cukup melimpah dan bisa dikembangkan melalui pengelolaan BUMDes. (NACO/B-6)








