BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Arahan Presiden Joko Widodo agar dilakukan peningkatan kandungan minyak sawit dari 20 persen menjadi 30 persen untuk pembuatan biodiesel, dapat menjadi sentimen positif bagi minyak sawit mentah (CPO) nasional.
Apalagi harga CPO belakangan ini terus melemah dan kini berada di kisaran RM2.200, atau di level terendah dalam dua tahun terakhir. Maka dengan penerapan mandatori Biodiesel B30, diharapkan serapan minyak sawit nasional akan meningkat, sehingga akan ikut mendongkrak harga komoditas tersebut.
Program biodiesel B30 juga dapat mengurangi stok minyak sawit nasional, yang belakangan meningkat akibat kenaikan produksi dan serapan pasar ekspor yang melambat.
Untuk itu, dari sisi pasokan untuk program B30, pasar CPO nasional masih bisa menopang permintaan. Hal itu ditegaskan sendiri oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, medio pekan ini.
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Barat, Idwar Hanis, mengatakan adanya rencana pemerintah untuk menggunakan kandungan lokal bahan bakar biodiesel ditingkatkan menjadi 30 persen, akan memperkuat pasar CPO nasional.
--page
"Tentang rencana tersebut kita sambut baik karena hal tersebut memperkuat posisi tawar produk CPO nasional," ujarnya di Pontianak, Kamis (12/7/2018).
Idwar menambahkan, rencana kebijakan tersebut juga akan menghemat beban subsidi negara terhadap BBM.
"Terpenting lagi bagaimana dengan kebijakan pemerintah yang akan dilakukan akan juga mengurangi tekanan perang dagang terhadap produk CPO dari Indonesia," jelasnya.
Pada kesempatan berbeda, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan Paulus menyampaikan harapannya agar penggunaan biodiesel jenis B20 bisa cepat diperluas di dunia industri yang ada di berbagai daerah di Tanah Air.
Ia berpendapat jika hal itu bisa dilaksanakan dengan baik, akan signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, yang sekitar setengahnya adalah impor.
--page
Terkait kesiapan teknologi, ujar dia, saat ini semua pemangku kepentingan saat ini sedang menyiapkan program B30.
"Termasuk kesiapan teknis nya seperti standar Biodiesel yang lebih baik, uji laboratorium dan uji jalan," paparnya.
Aprobi memperkirakan serapan biodiesel dalam negeri mencapai 3,5 juta kiloliter (kl). Perinciannya, sebanyak 2,8 juta kl-3 juta kl ditujukan untuk Public Service Obligation (PSO) sementara 500.000 kl akan diserap untuk kebutuhan non PSO.
Dengan penggunaan B30 menggantikan B20, konsumsi biodiesel diperkirakan bakal meningkat sebesar 500.000 ton per tahun. (NEDELYA RAMADHANI/m)








