JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan sawit, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menyatakan pihaknya akan melakukan perluasan bisnis kayu selain bisnis sawit guna mendongkrak pendapatan. 

Untuk diketahui, tahun lalu, pendapatan segmen usaha produk kayu perseroan telah menyumbang sekitar 17% dari total pendapatan.

"Kami baru saja restrukturisasi usaha kayu ini, dalam artian, perusahaan baru saja membuat pabrik produksi di Temanggung, Jawa Tengah, supaya lebih efisien. Perang dagang saat ini tidak terlalu berpengaruh," kata Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Andrianto Oetomo, di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Di usaha produk kayu, perseroan memiliki pabrik pengolahan kayu di Temanggung, Jawa Tengah, yang memproduksi panel dan engineered flooring. Untuk panel kayu, pasar terbesar saat ini di Jepang, sedangkan lantai kayu ada di area Uni Eropa dan Amerika Utara.

Adapun agenda emiten berkode saham DSNG tahun ini, yakni membangun satu pabrik kelapa sawit baru di Kalimantan Barat, seiring dengan bertambahnya tanaman yang menghasilkan di provinsi tersebut. Pabrik itu berkapasitas 30 ton per jam. 

--page

Dengan bertambahnya pabrik itu, maka total kapasitas pabrik kelapa sawit DSNG mencapai 480 ton per jam.

Tahun ini, DSNG menyiapkan capex sebanyak Rp600 miliar. Sumber dananya dari laba ditahan dan pinjaman bank. 

Dana tersebut digunakan untuk pembuatan pabrik kelapa sawit, pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB) di Kalimantan Timur dan juga infrastruktur jalan di area perkebunan. (NEDELYA RAMADHANI/m)