BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabuapaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus berupaya mengembangkan program literasi di daerah. Gerakan untuk meningkatkan minat baca dan tulis masyarakat ini, dilakukan hingga ke berbagai desa, yang salah satunya melalui perpustakaan desa
.
"Upaya meningkatkan minat masyarakat dalam membaca dan menulis terus kami lakukan. Dan Kementrian terkait pun telah mengintruksikan agar program literasi terus dikembangkan," ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim Suparmadi, Jumat (13/7/2018).
Dalam program tersebut, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah dalam pengembangan program literasi. Program literasi di daerah ini tidak hanya gencar dilakukan di wilayah perkotaan saja, namun juga hingga ke desa-desa.
"Salah satu mensukseskan program tersebut di desa adalah dengan mengembangkan perpustakaan desa," kata Suparmadi.
Buku atau materi yang disajikan di perpustakaan, dapat disesuaikan dengan potensi yang ada di masing-masing desa. Seperti misalnya buku yang berkaitan tentang pertanian, perikanan, peternakan maupun perkebunan dan lain sebagainya.
--page
Melalui membaca buku-buku yang ada di perpustakaan itu, masyarakat akan mendapat lebih banyak pengetahuan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Baik untuk bersosialisasi, maupun dalam meningkatkan kesejahteraan melalui ilmu yang didapat dengan membaca.
"Saat ini, dari 168 desa di Kotim, terdapat sekitar 45 desa diantaranya yang telah memiliki perpustakaan desa, dan masih akan berlanjut untuk desa-desa lainnya," terang Suparmadi.
Saat ini, pihaknya terus mendorong perangkat desa, agar kedepan seluruh desa di daerah ini memiliki perpustakaan di desanya masing-masing. (MUHAMMAD HAMIM/m)








