KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala pembuang - Selain kapal barang, cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir juga membuat nelayan di pesisir laut seperti Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan juga enggan melaut.

Para nelayan lebih memilih memperbaiki perahu atau jaring miliknya sambil menunggu laut teduh.

Salah seorang nelayan Desa Sungai Undang, Anang (45), menyatakan, ia tidak berani melaut karena gelombang tinggi. Daripada berdiam diri untuk sementara waktu ia memperbaiki perahunya di Sungai Undang.

"Sudah tiga minggu lebih cuacanya buruk, anginnya kencang. Terus, gelombangnya tinggi. Sementara memperbaiki perahu dulu, sambil nunggu cuaca bagus lagi," kata Anang, Jumat (13/7/2018).

Gelombang yang tinggi di perairan Seruyan, kata Anang, membuat tangkapan ikan tak menentu. Hal itu tak sebanding dengan biaya dan risiko yang ditanggung jika memaksa melaut. 

--page

"Kemungkinan hasil melautnya sedikit kalau maksa melaut juga. Untuk menutup penghasilan, ya kerja serabutan sama memperbaiki perahu saja," ucapnya.

Di tempat yang sama, nelayan lain, Jirin (40), mengaku enggan mengambil risiko besar untuk melaut. Dirinya memilih kerja serabutan dibandingkan melaut saat cuaca buruk melanda perairan Seruyan.

"Ya begini saja, kalau tidak ada kerjaan di rumah saja. Berharap cuaca segera membaik," katanya, seraya menandaskan saat ini tinggi gelombang berkisar 2,5 meter. 

(Farizan Iftikar, jurnalis warga)