KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala pembuang - Angin yang kencang dan gelombang laut Jawa yang tinggi di perairan Selatan Seruyan yang terjadi beberapa pekan terakhir membuat para nelayan di pesisir pantai kabupaten Seruyan memilih mengangkat alat tangkap ikan dari laut seperti jaring.

Hal itu lantaran tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter dan dinilai berbahaya bagi perahu nelayan tradisional.

"Sudah dua pekan ini tidak melaut karena gelombang di laut sangat tinggi, cari aman saja mending minggir dulu nggak ke laut," kata Badri, nalayan Kuala Pembuang, Jumat (13/7/2018).

Cuaca yang tidak menentu seperti saat ini dianggap memengaruhi hasil tangkapan ikan para nelayan. Selain itu juga mengancam keselamatan jika dipaksa melaut.

Selagi tak melaut, Badri dan para nelayan di pesisir Kabupaten Seruyan memilih memperbaiki perahu dan jaring yang biasa mereka gunakan untuk menangkap ikan.

--page

"Cuaca seperti ini jarang ada ikan. Perbaiki alat (kapal dan jaring) saja dulu. Kalau sudah baik, baru berangkat kelaut lagi," ucapnya.

Besar harapan para nelayan agar cuaca lekas membaik, mengingat hal ini merupakan profesi utama mereka.

(Farizan Iftikar, jurnalis warga)