PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketua Dewan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Prof Dr Kuntoro Mangkusubroto menilai PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk sudah tepat mendorong petani plasma sawit memiliki sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

“Apabila perusahaan yang melakukan program plasma namun tidak membina petani plasmanya untuk memiliki sertifikat ISPO maupun RSPO, maka perusahaan tersebut yang akan menerima dampaknya,” kata Kuntoro kepada Borneonews, di Pangkalan Bun, Jumat (13/7/2018) malam.

Mantan Menteri Pertambangan dan Energi itu berada di Pangkalan Bun selama dua hari (12-13 Juli 2018 bersama 11 mahasiswa pasca sarjana. Dalam kunjungan itu mereka melihat secara keseluruhan proses mekanisasi di perkebunan kelapa sawit milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk dan Citra Borneo Indah Group.

Menurut Kuntoro, penerapan kebijakan ISPO maupun RSPO bagi sebuah perusahaan perkebunan bukanlah menjadi tujuan akhir.

“Sebab bukan saja perusahaan yang harus bersertifikat ISPO maupun RSPO, namun para petani, baik plasma maupun swadaya, juga harus memiliki,” jelas mantan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Indonesia (2009–2014) itu.

--page

Kedua sertifikaasi ini, kata Kuntoro, bertujuan mengendalikan kegiatan perkebunan agar selalu memegang prinsip keberlanjutan. (MASROHAN/m)