BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengembangan bandara Tjilik Riwut Palangka Raya membuat SDN 4 Panarung harus rela direlokasi. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menganggarkan Rp4 Miliar hingga Rp5 Miliar untuk relokasi sekolah ini.
"Pemko Palangka Raya saat ini sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp2 miliar yang peruntukannya antara lain pembebasan lahan seluas 1 hektar, kemudian untuk membangun setidaknya 8 ruang kelas, 1 ruang guru dan 1 WC dulu," kata Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Esra, Minggu (15/7/2018).
Menurut Esra estimasi biaya pembangunan SDN 4 Panarung di area relokasi yang baru nantinya bisa mencapai Rp5 Miliar sesuai kebutuhan pra sarana bangunan sekolah. Hal ini mengacu pada pra sarana bangunan SDN 4 Panarung saat ini yang terdiri atas 16 ruang kelas, 1 ruang guru dan 1 ruang perpustakaan, biayanya bisa mencapai Rp5 Miliar.
"Pembangunan sekolah ini nantinya bertahap. Jadi anak didik untuk sementara waktu masih menggunakan sekolah yang lama, sebab pengembangan bandara juga belum dilakukan," jelas Esra lagi.
Esra menambahkan bahwa keberadaan SDN 4 Panarung di area dekat Bandara Tjilik Riwut selama ini lebih dikarenakan kelemahan-kelemahan pada era pemerintahan kota sebelumnya, yang memang tidak mengetahui perencanaan pengembangan bandara.
--page
"Di sisi lain kebutuhan akan pendidikan di kawasan tersebut saat itu sangat diperlukan masyarakat. Maka itu setelah mengetahui adanya rencana pengembangan bandara, Pemko Palangka Raya melalui Disdik mengambil langkah cepat terutama mencari tempat relokasi dibangunnya sekolah yang baru, yakni di kawasan Bangaris," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








