PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walau kawasan Natai Tengah yang masuk dalam Resort Kole, Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) sempat terbakar, namun akhirnya petugas dari Balai TNTP bersama aktivis lingkungan dari Friend of National Parks Foundation (FNPF), Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 20.00 WIB berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Manager FNPF, Basuki Budi Santoso yang terlibat dalam proses pemadaman kepada Borneonews, Senin (16/7/2018) menjelaskan sebenarnya informasi munculnya hotspot atau titik api di kawasan itu diketahui sekitar tanggal 13 Juli 2018.

"Pasca mendapatkan info itu kami bergerak ke lokasi kebakaran di kawasan Natai Tengah untuk mengecek lokasi dan menentukan langkah yang diambil dalam upaya pemadaman. Lokasinya sekitar 10 Km bila mulai berjalan dari Camp Leakey, TNTP," jelasnya.

Saat tiba di lokasi Karhutla, lima orang dari Balai TNTP dan FNPF ternyata langsung bergerak memadamkan api. "Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 20.00 WIB malam harinya. Diperkirakan lahan terbakar seluas 10 hektare," imbuhnya.

Menurutnya, Senin (16/7/2018) pihak Balai TNTP dan FNPF akan kembali lagi ke lokasi Karhutla untuk melakukan pengukuran luasan kebakaran dan memastikan bahwa api ditempat tersebut benar-benar padam.

--page

Diketahui, ternyata masih ada beberapa lokasi lain di wilayah Kobar yang saat ini mulai muncul terjadi Karhutla. Karhutla juga terjadi di Kelurahan Raja Seberang, Minggu (15/7/2018) sekitar pukul 17.45 WIB.

Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun Letkol Inf Muhammad Roni Sulaeman mengatakan pasca mendapat informasi terjadinya Karhutla di wilayah Kelurahan Raja Seberang, tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD Kobar dan Tagana langsung bergerak melakukan pemadaman hutan.

"Lahan gambut yang terbakar di Kelurahan Raja Seberang luasannya sekitar 0,5 hektare. Saat ini proses padaman terus dilakukan. Karena lahan tersebut struktur tanahnya adalah gambut, maka upaya penyemprotan atau pemadaman terus kita lakukan untuk memastikan agar api tidak muncul lagi," jelasnya. (YUDA/B-6)