BORNEONEWS, Sampit - Memasuki musim kemarau dan beberapa kali terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membangun posko siaga darurat bencana karhutla di beberapa tempat.
"Mulai hari ini status siaga darurat karhutla, jadi kami membangun posko untuk menamoung laporan karhutla yang terjadi di daerah ini," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Senin (16/7/2018).
Ia menerangkan, posko komando akan berada di Kodim 1015 Sampit, dilanjutkan posko lapangan yang ditempatkan di Meseum Kayu yang juga sebagai markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Sedangkan 17 posko lainnya dibangun di setiap kecamatan yang ada di Kotim.
Petugas posko tersebut juga bekerja selama 24 jam. Tiap posko dibuat jadwal piket dengan tiga tahap, sehingga nantinya setiap hari ada petugas yang memantau di posko.
"Selama 24 jam posko tetap dibuka. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya laporan baik itu siang ataupun malam hari. Sehingga penanganan bisa secepatny dilakukan," kata Yusup.
--page
Pada status siaga darurat ini juga dilakukan dengan memperbanyak patroli setiap harinya. Bahkan setiap posko harus melakukan pengawasan di lapangan. Agar jika terjadi karhutla bisa secepatnya ditangani.
"Setiap posko juga wajib laporan setiap hari kondisi wilayahnya. Sehingga seluruh daerah di Kotim ini bisa terpantau," terang Yusup.
Selain melakukan patroli, pihaknya juga melakukan sosialisasi penyadartahuan kepada masyarakat di daerah ini. Bahkan juga datang ke lahan-lahan warga untuk melarang membuka lahan dengan membakar. (MUHAMMAD HAMIM/m)








