BORNEONEWS, Sampit - Sejak awal tahun hingga pertengahan Juli 2018, setifaknya ada 29 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Ada 29 kasus karhutla di Kotim, dan pada Juli 2018 ini mengalami peningkatan dari bulan-bulan sebelumnya," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Senin (16/7/2018).
Kasus karhutla sendiri paling banyak terjadi di pinggiran Kota Sampit. Bahkan dalam tiga hari terkahir sudah ada delapan kebakaran lahan. Semua terjadi tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Di antaranya adalah di daerah Pelalangan, Jalan Pemuda Gang Nusantara, Jalur 6 Perumahan Wengga Jaya Agung, dan juga di daerah Perumahan Pandawa.
"Selain itu ada juga pada hari ini Eka Bahurui, dan petugas masih berupaya melakukan pemadaman," kata Yusup.
Dengan adanya hal itu, pemerintah pun meningkatkan status menjadi siaga darurat karhutla untuk di Kotim. Bahkan status tersebut diberlakukan hingga empat bulan ke depan.
--page
Posko siaga darurat juga dibangun di daerah ini. Yang mana nantinya akan dipekerjakan petugas gabungan yang standbuy selama 24 jam dan siap menerima laporan dari beragai pihak.
"24 jam ada yang jaga, jadi kalao ada laporan karjutla, maka akan segera dilakukan penanganan," terang Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/m)








