BORNEONEWS, Sampit - Masalah kekurangan air bersih di Kabupaten Kotawaringin Timur sudah sering terjadi. Namun pemkab dinilai belum ada terobosan terbaru untuk mengantisipasi.
"Mengirimkan air secara berkelanjutan hanya bersifat sementara. Sedangkan solusi jangka panjang yang perlu diberikan kepada warga belum ada," kata anggota Komisi II DPRD Kotim, Dani Rakhman, Senin (15/7/2018).
Dia menambahkan, belakangan ini cuaca mulai menunjukkan peralihan ke musim kemarau. Bahkan kebakaran lahan sudah mulai terjadi. Maka dari itu, seyogyanya pemerintah harus mengantisipasi itu.
Karena untuk persoalan kekurangan air bersih dan wilayah kekeringan masih menghantui Kotim. Dari itu pemkab disarankan punya terobosan untuk menyiasati hal tersebut.
Pemkab Kotim harus peka dengan persoalan di wilayah masing-masing seperti kasus kekeringan ini, apalagi daerah yang selalu menjadi lengganan kekeringan selaku kesulitan mendapat air.
--page
Upaya yang dilakukan bisa dengan membangun sumur, yang bisa dimanfaatkan saat terjadi kekeringan.
"Kekeringan ini jangan dianggap sepele. Karena jika tiap saat harus mengirim air bersih, biaya operasional cukup besar. Apalagi jika itu terjadi di wilayah utara," tadasnya.(NACO/B-11)








