KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas– Mendukung kampanye imunisasi measles rubella (MR) fase II 2018, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Kesehatan mengadakan rapat koordinasi lanjutan lintas sektor.

Rapat yang berlangsung Senin (16/7/2018), dilaksanakan di aula kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas.

Rakor dipimpin Asisten II Setda Kapuas Masrani didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Tri Utami.

Turut hadir dalam rakor itu, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kapuas serta Dinas Pendidikan. Sedangkan peserta rapat terdiri dari perwakilan dinas atau instansi terkait serta pihak swasta.

"Dalam rapat koordinasi ini saya mengharapkan untuk keberhasilan program nasional serta pencapaian target imunisasi MR yang sudah ditentukan, khususnya di wilayah Kabupaten Kapuas, agar semua leading sector, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, alim ulama, serta semua elemen masyarakat, dapat mendukung penuh kegiatan tersebut. Sehingga dapat terlaksana dan berjalan dengan baik dan lancar," kata Masrani.

--page

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinkes Kapuas Tri Utami, dalam paparanya, menyampaian bahwa tujuan dari pelaksanaan imunisasi measles rubella fase II ialah untuk menurunkan kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) menggunakan vaksin.

Di samping itu, Tri Utami menyampaikan laporan tentang sampai sejauh mana kesiapan yang sudah dilaksanakan Pemkab Kapuas serta dukungan dan partisipasi setiap SOPD terkait terhadap rencana pelaksanaan kegiatan itu.

Dalam rakor tersebut disepakati beberapa hal, di antarannya mendukung penyebarluasan informasi kampanye imunisasi MR untuk seluruh sasaran dan lapisan masyarakat. Ikut menyukseskan pelaksanaan kampanye imunisasi MR pada pelaksanaannya pada Agustus dan September 2018 melalui tupoksi SOPD masing-masing, serta melakukan evaluasi hasil pelaksanaan imunisasi MR pada akhir September 2018 dan kajian masalah jika hasil capaian di bawah target 95% persen anak harus terimunisasi. (SARJITO/B-3)