MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Wakil Bupati Barito Utara Ompie Herby mengharapkan kepada masyarakat dapat mengambil peran dan kesempatan melalui program-program yang akan dilaksanakan khususnya melalui perhutanan sosial yang saat ini sedang digalakan pemerintah.

“Termasuk juga kepada pihak swasta diharapkan kehadirannya dapat lebih berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat dan aspek kelestarian lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Wabup Ompie Herby, Selasa (17/7/2018)

Wabup Ompie mengatakan, ketergantungan masyarakat di daerah ini untuk mendapat akses terhadap hutan dan kawasan hutan menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam pengelolaan hutan.

Menurutnya, pendekatan hukum tanpa dibarengi upaya pemberdayaan masyarakat telah terbukti tidak selalu berhasil dalam menjaga kelestarian hutan. “Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kita kehilangan lebih dari 600.000 hektare hutan setiap tahunnya oleh berbagai sebab,” katanya.

Pemerintah daerah tentu sangat berharap agar kerusakan hutan dapat ditekan sekecil mungkin demi mempertahankan daya dukung hutan bagi lingkungan hidup.

--page

Di sisi lain, peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi prioritas utama pembangunan karena dengan semakin meningkatnya kesejahteraan maka tekanan terhadap hutan dan kawasan hutan akan semakin kecil.

Selain itu, katanya, dengan semakin berkembangnya iklim usaha yang memanfaatkan kawasan hutan tidak jarang menimbulkan gesekan-gesekan antara pemegang konsesi dengan masyarakat setempat.

“Timbulnya konflik kepentingan ini dapat diselesaikan apabila semua pihak dapat saling menghargai dan memahami peran, posisi dan kewajiban masing-masing pihak melalui komunikasi yang baik. Karena pada dasarnya kehadiran investor sangat diperlukan untuk menunjang pembangunan di Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-2