MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh– Dua pekerja seks di Lokalisasi Merong atau Lembah Durian, Km 3,5 jalan Muara Teweh–Puruk Cahu, meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa.

Kedua pekerja seks berinisial T, 33, dan A, 31. Dugaan sementara, keduanya meninggal dunia karena overdosis zat yang mengandung amphetaminebat. Kedua pekerja seks itu sama-sama bekerja di Wisma New Star.

Sumber kepolisian menyebutkan, kedua pekerja seks itu pada Minggu (15/7/2018) malam menerima seorang tamu laki-laki. Ketiganya lalu masuk ke dalam satu kamar.

Usai tamu itu pergi, tiba-tiba T mengaku mual dan pusing disertai muntah-muntah. Beberapa rekan korban termasuk A lalu mengantarnya ke RSUD Muara Teweh, Senin (16/7/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

Tidak berselang lama, A juga mengalami kondisi yang sama dengan T, yakni merasakan gejala pusing disertai muntah–muntah sekitar pukul 19.00.

--page

Keduanya lalu mendapatkan pertolongan dari tim medis RSUD Muara Teweh. Namun takdir berkata lain, T harus meregang nyawa pada Selasa (17/7/2018) dini hari sekitar pukul 02.00 di RSUD Muara Teweh. Beberapa jam kemudian, A pun meninggal dunia, tepatnya pukul 06.00.

Petugas kepolisian yang mendapat informasi tersebut bergerak cepat dengan mengumpulkan keterangan saksi.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim penyidik. Beberapa saksi sudah dipanggil untuk diperiksa,” ungkap Kasatreskrim Polres Barito Utara AKP Samsul Bahri mewakili Kapolres AKBP Dostan Matheus Siregar.

Berdasarkan hasil visum dokter RSUD Muara Teweh, kedua korban diduga kuat overdosis zat yang mengandung amphetamine.

“Kami belum mengetahui jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi. Namun hasil visum kedokteran menyatakan dugaan kuat overdosis zat amphetamine,” pungkasnya. (RAMADANI/B-3)