BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menargetkan produksi tandan buah segar (TBS) hingga akhir tahun ini meningkat 10% hingga 15% dari realisasi tahun lalu.
"Manajemen SSMS menargetkan produksi TBS pada 2018 dapat tumbuh 10% sampai 15% year on year (yoy). Peningkatan produksi terjadi karena dorongan dua faktor," kata tim analis RHB Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Rabu (18/7/2018).
Faktor pertama, usia pohon produktif di kisaran 8,5 tahun yang menunjukkan perbaikan profil umur. Kedua, imbal hasil pohon kelapa sawit lebih tinggi karena penggunaan bibit generasi kedua.
Per September 2017, produksi TBS SSMS sejumlah 938.025 ton, naik 37,1% yoy. Adapun, produksi CPO mencapai 262.356 ton.
Manajemen SSMS juga menargetkan luas area perkebunan mencapai 150.000 hektare sampai dengan 2021 secara organik dan anorganik.
--page
Tahun lalu, perseroan sudah menanam kelapa sawit di perkebunan dengan luas 70.840 hektare. Jumlah tersebut meningkat signifikan sekitar 25.000 hektare sejak 2007.
Sementara itu, pada periode 2017, perseroan meraih penjualan senilai Rp3,24 triliun, naik 19,12% dari tahun sebelumnya yakni Rp2,72 triliun.
Sedangkan untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,61% dari Rp591,66 miliar menjadi Rp787,09 miliar, kata Chief Financial Officer PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Nicholas Justin Whittle, beberapa waktu lalu.
Tahun lalu, katanya, liabilitas perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp5,57 triliun, dari sebelumnya Rp3,71 triliun. Tetapi, liabilitas jangka pendek menurun menjadi Rp1,12 triliun, dari 2016 yang sebesar Rp1,31 triliun.
Sementara itu, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp4,05 triliun dari sebelumnya Rp3,45 triliun. Total aset SSMS naik menuju Rp9,62 triliun pada 2017 dibandingkan Rp7,16 triliun pada 2016. (NEDELYA RAMADHANI/m)








