BORNEONEWS, Palangka Raya - Masalah drainase memang masih menjadi hal besar bagi Kota Palangka Raya.
Untuk menyelesaikannya menurut Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung tidak cukup hanya kinerja pemerintah tetapi juga masyarakat harus sadar untuk menata drainase di sekitar tempat tinggalnya.
"Kesadaran masyarakat yang bertempat tinggal di pinggir jalan untuk menata drainase dengan baik juga harus ditingkatkan. Jangan demi kepentingan pribadi lalu mengorbankan kepentingan masyarakat lain dengan berbagai tindakan yang dapat menutup atau merusak drainase," kata Nenie, Rabu (18/7/2018).
Saat ini menurut Nenie dapat dilihat pada sudut-sudut Kota Palangka Raya banyaknya drainase yang ternyata ditutup oleh warga pemilik pekarangan demi bangunan miliknya sendiri yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan bersama.
"Ini juga yang harus dipikirkan oleh pemko bagaimana berkoordinasi bersama masyarakat pemilik lahan untuk membangun sistem drainase yang baik, alih-alih menutup total pekarangan rumah," kata politisi PDI Perjuangan ini.
--page
Pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mulai melaksanakan proyek perbaikan sejumlah jalan di Kota Palangka Raya yang selama ini mengalami kerusakan berat, seperti di Jalan Karanggan, Jalan Badak, dan Jalan Sisingamangaraja.
"Semua jalan itu telah dalam proses pengerjaan sesuai dengan perencanaan anggaran tahun ini," kata Plt Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Albert Toembak. (TESTI PRISCILLA/B-6)








