SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seorang bayi  berumur satu bulan bernama Azril Saputra harus dievakuasi Palang Merah Indonesia (PMI), guna menghindari adanya korban kebakaran hutan dan lahan di Jalan M Hatta, Lingkar Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

"Saya tadi berada di dalam rumah bersama anak saya yang masih bayi, lalu datang petugas dari PMI yang membawa kami keluar. Karena api sudah cukup dekat dengan rumah kami," ujar Wina Alawiah, 25, yang merupakan ibu bayi tersebut, Rabu (18/7/2018). 

Evakuasi terhadap bayi tersebut dilakukan oleh PMI karena api sudah cukup besar dan mulai mendekati rumah warga. Apalagi saat itu asap dari karhutla tersebut sangat pekat, sehingga membuat daerah sekitarnya mengalami kabut. 

Karena tidak ingin bayi tersebut terganggu pernapasannya, maka merek dengan cepat melakukan evakuasi. 

"Kelelatu (bara dari rumput yang terbakar), sudah masuk ke dalam rumah kami. Bahkan asap pekat juga mulai memenuhi rumah. Sehingga kami langsung pergi ketika petugas itu datang," kata Alawiah. 

--page

Ia mengatakan, saat ini bayinya dalam kondisi sehat. Tidak ada gangguan pernapasan atau hal lainnya. Namun pihak PMI terus berada di sekitar tempat evakuasi bayi tersebut yang berada di dalam sebuah warung guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sementara kebakaran lahan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu api hanya kecil dan masih berjarak sekitar 200 meter dari tempat tinggal bayi tersebut. Namun sekitar pukul 12.30 WIB. Api semakin membesar dan menjalar hingga mendekati rumah warga tersebut. Hal itupun membuat bayi tersebut dievakuasi, dan menjauh dari lahan tersebut. 

Sedangkan di sekitar lahan yang terbakar itu ada duarumah warga. Merekapun langsung menyelamatkan sejumlah barang, karena takut api tidak dalat dipadamkan dan membesar hingga menghanguskan rumah mereka. 

Sementara hingga berita ini diunggah, pihak Satuan Tugas Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan masih berjibaku menjinakkan api. Apalagi lahan sekitar gambut, dan sangat sulit dipadamkan. (MUHAMMAD HAMIM/m)