BORNEONEWS, Palangka Raya - Selain mengundang pelaku perusahaan besar swasta (PBS) menghadiri Rapat Kerja (Rakor) Pendapatan Daerah 2018, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) juga mengundang universitas di Palangka Raya untuk ikut hadir, namun hanya ada beberapa saja yang datang.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menilai agenda tersebut sangat penting dan mengancam akan mencoret bantuan kepada universitas yang tidak memenuhi undangan.
Beberapa universitas yang mengadiri rapat pendapatan daerah 2018 adalah perwakilan Universitas Palangka Raya (UPR) dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP).
"Saya berterima masih kepada UPR dan UMP yang sudah berhadir, seharusnya universitas lain juga berhadir saat pemerintah mengundang," ujar Sugianto, Rabu (18/7/2018).
"Bahkan seharusnya yang hadir ini rektornya, karena antara universitas dan pemerintah itu harus saling membutuhkan," lanjutnya.
Dia menjelaskan saat berbicara tentang pendidikan, namun ada universitas tidak menghargai pemerintah daerah jangan salahkan jika bantuan yang sudah dirancang tercoret.
Sugianto mencontohkan, pembangunan masjid UMP yang dulunya tidak selesai namun sekarang pembangunannya sudah terlihat karena memiliki hubungan baik dengan pemerintah daerah.
"Ini akan menjadi catatan pemprov, yang tidak hadir jangan ragu mencoret bantuan yang sudah dianggarkan," imbuhnya. (GAZALI/m)








