BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan M Hatta, Lingkar Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus dilakukan. Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kesulitan mencari air untuk memadamkan api..
"Yang saat ini kami alami adalah kesulitan mencari air, karena parit yang ada disekitar airnya sangat dangkal dan lebih banyak lumpur" ujar Kabag Ops Polres Kotim AKP Boni Arifianto, saat berada di lokasi karhutla, Rabu (18/7/2018).
Saat ini mereka melakukan pemadaman dengan menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi menjadi alat pemadam kebakaran. Namun mesin tersebut tidak berfungsi dengan baik, karena terbatasnya air di dalam parit tersebut.
Selain itu sejumlah mesin penyedot air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim juga tidak dapat digunakan, akibat kondisi air yang sangat dangkal.
"Saat kim sedot, ternyata banyak lumpurnya. Sehingga hal itu membuat kami kesulitan menahan api agar tidak menjalar ke sejumlah tempat laiinya," kata Boni.
--page
Saat ini, mobil pemadam kebakaran dari BPBD dan juga milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang terus berupaya memadamkan api membakar lahan tersebut. Dan mereka lebih mengutamakan memotong di dekat pemukiman warga.
"Kami utamakan pemadaman api di dekat pemukiman masyarakat, agar tidak ada korban dalam kejadian kebakran lahan ini," terang Boni. (MUHAMMAD HAMIM/m)








