BORNEONEWS, Buntok - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Barito Selatan, pada triwulan kedua hanya 37, 46 persen. Demikian diungkapkan Kepala Sub Bidang Monitoring, dan Evaluasi pada Badan Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPKAD) Barito Selatan, Herry Fernando kepada Borneonews. Rabu (18/7/2018).
“Dari target Rp 72, 421 miliar hingga triwulan kedua baru tercapai sebesar Rp 27,127 miliar atau 37,46 persen,” kata Herry Fernando.
Ia mengatakan, dari 15 Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) hanya satu satu yang realisasinya diatas 50 persen yakni Dinas Penanaman Modal, dan pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Barsel.
Realisasi PAD pada DPMPTSP, lanjut dia, sebesar Rp 67.539.500 atau 57,97 persen.
Menurutnya, ada dua SOPD yang realisasi PAD-nya diatas 40 persen yakni Badan Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPKAD), dan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Barito Selatan.
Untuk realisasi PAD pada BPKAD Barsel sebesar Rp 15.149 miliar atau 49,83 persen dari target sebesar Rp 30, 399 miliar dan untuk realisasi Dinas Perdagangan, sebesar Rp 695, 391 juta atau 46,39 persen dari target Rp 1, 499 miliar.
Sedangkan SOPD lainnya masih dibawah 30 persen, bahkan ada 7 SOPD yang realisasinya hingga triwulan kedua ini masih dibawah 10 persen.
“Tujuh SOPD tersebut yakni Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan sebesar 8, 57 persen, Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang (PUPR) sebesar 9,25 persen, Kecamatan Dusun Hilir 0,59 persen, dan Kecamatan Dusun Utara sebesar 7, 26 persen,” beber dia.
Sedangkan tiga SOPD lainnya, lanjut dia, yakni Kecamatan Gunung Bintang Awai sebesar 7, 13 persen, Kecamatan Karau Kuala 2, 42 persen, dan Kecamatan Jenamas 4, 04 persen. (URIUTU DJAPER).








