BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran lahan (karhutla) di Jalan M Hatta, Lingkar Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berdampak pada kabut asap pekat yang melanda jalan sekitar lokasi kebakaran.
Sejumlah pengendara yang melintas terganggu pandangannya dan juga pernapasan. Karena asap kebakran tersebut sangat menyengat baunya hingga mengganggu pernapasan, dan membuat mata pedas.
"Sangat pekat asapnya. Apalagi saat api sangat membesar, membuat kami harus berhati-hati saat melintas di Jalan M Hatta, terutama dekat lokasi kebakaran tersebut," ujar Agus, pengendara truk yang melintas di jalan tersebut, Rabu (18/7/2018).
Asap pekat yang terjadi d isekitar lokasi tersebut membuat masyarakat sekitar juga terganggu. Merekapun geram dengan adanya kebakaran tersebut, apalagi diduga kuat kebakaran lahan yang terjadi diduga kuat akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggungjawab.
"Sangat terganggu kami dengan adanya hal ini. Karena bara api bekas rumput yang terbakar beterbangan, belum lagi asap pekat juga memenuhi jalan sekitar, membuat mata dan pernapasan kami terganggu," kata Bahri, warga sekitar.
Ia mengatakan, seharusnya pemilik kebun ataupun oknum lainnya memikirkan dampak dari karhan. Jangan hanya mementingkan keuntungan pribadi saja.
"Kalau mau buka lahan harus dibersihkan, jangan hanya mengambil enaknya saja dengan membakar. Karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat dan daerah," terang Bahri. (MUHAMMAD HAMIM/m)








