PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Jumlah penyuluh pertanian di Kalimantan Tengah semakin berkurang. Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Muhajirin Akbar menyebut ada beberapa hal yang menjadi penyebab.

“Jumlah penyuluh berkurang karena sebagian diangkat jadi PNS dan pindah tugas. Tetapi kemudian ada tenaga harian lepas (THL) penyuluh. Dan Kami harap di daerah bisa maksimalkan penyuluh swadaya,” ungkap Muhajirin.

Penyebab berikutnya, jumlah petani juga semakin menurun. Ini karena mereka sudah menghitung, produksi pertanian yang menguntungkan. Jika tidak,petani akan meninggalkan dunia pertanian dan mengalihfungsikan lahan ke bidang lainnya.

Kepada para penyuluh, baik THL maupun PNS, sambung dia, pemerintah memberikan biaya operasional penyuluh (BOP), sebesar Rp400 ribu per bulan.

Mereka yang honorer atau THL, digaji per bulan yang besarannya sesuai jenjang pendidkan. Untuk kualifikasi lulusan SMA Rp1,2 juta per bulan, D3 Rp1,5 juta per bulan, dan S1 Rp2 juta per bulan. Di samping itu, THL dijamin BPJS Ketenagakerjaan.

--page

Untuk lebih menggairahkan para penyuluh pertanian ini, Pemprov Kalteng melalui Dinas TPHP menganggarkan bantuan stimulan untuk pembuatan demplot seluas 1 hektare. Yang bagus hasilnya akan menjadi contoh bagi petani dan akan menjadi motivator bagi petani maupun penyuluh lainnya.

“Hanya ada anggaran untuk demplot tapi hanya 1 hektare, diberikan kepada 81 orang. Yang hasilnya bagus nanti sebagai motivator bagi yang lainnya,” tutupnya. (ROZIQIN/B-3)