PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Penggunaan tes menggunakan computer assisted Test (CAT) yang dimiliki Badan Kepegawaian Negara (BKN) cukup ampuh memilah komptensi peserta tes. 

Gara-gara CAT BKN ini, sekarang banyak pejabat yang tidak bisa lagi meloloskan anaknya saat adu tes masuk institut pemerintah dalam negeri (IPDN).

Ya, tes CAT BKN ini dikenal ‘tanpa ampun’ dalam hal transparansi nilai dan dijamin bahwa hasilnya benar-benar obyektif. Karena itu, juga dikenal ‘tanpa ampun’ menyingkirkan kualitas peserta yang hasil tesnya di bawah grade yang diperlukan. “

“Gara-gara CAT BKN ini, sekarang tidak banyak lagi anak pejabat yang masuk IPDN kan. Kalau dulu kan banyak, karena ya berbagai cara bisa titip-titip, sekarang kan sudah tidak bisa karena sistem yang bicara. Yang masuk sekarang ini mereka yang punya kompetensi tinggi,” kata Kepala BKN, Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, Rabu (18/7/2018).

Ia mengungkapkan, saat mengenalkan penggunaan CAT ini untuk tes masuk IPDN, benar-benar diawasi oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK). Mereka ingin memastikan, apakah masih bisa ada pintu negosiasi nilai atau tidak. “mungkin akan mencokok siapa yang bermain, tetapi kan tidak bisa lagi,” imbuhnya.

--page

Selain tes IPDN, ia juga bercerita, di depan mata kepala sendiri melihat ada seorang tukang parkir melihat pergerakan nilai di depan monitor CAT saat anaknya sedang tes masuk sekolah tinggi administrasi negara (STAN). Begitu nilai akhir keluar, ia menagis tersedu karena anaknya berhasil lolos.

“Anaknya rangking 14 dari sekian puluh ribu. Dia menangis tersedu, karena hanya seorang anak tukang parkir ternyata mampu menandingi peserta lain yang tergolong berada/mampu. Bayangkan ini STAN loh, tidak main, main. Bandingkan kalau dulu, siapa saja kah yang bisa masuk IPDN dan STAN? CAT ini bisa mengawal seleksi untuk orang berkompeten, agar pegawai kita juga orang-orang berintegritas, bukan karena titipan,” cetus Bima. (ROZIQIN/m)