PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah inovasi integrasi sawit sapi, kali ini Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali membuat satu gebrakan baru dalam hal pengembangan peternakan sapi.

Pasalnya di Kecamatan Pangkalan Lada dibentuk Sekolah Lapangan Peternakan Rakyat (SLPR) dan dideklarasi Pengukuhan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Berkat Bersama, Kamis (19/7/2018).

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Bupati Kobar Nurhidayah ini juga digelar rembug peternak sapi yang dilaksanakan di lokasi Agrowisata milik Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Subur.

"Kami sangat mengapresiasi terbentuknya SLPR ini di Kecamatan Pangkalan Lada. Dengan adanya SPLR yang bisa dimanfaatkan oleh para peternak sapi di Kecamatan Pangkalan Lada untuk menggali ilmu dan inovasi terkait peternakan sapi ini, kami anggap merupakan bentuk dukungan terhadap visi misi Kabupaten Kobar dalam hal inovasi peternakan," jelas Bupati.

Karena, lanjut Bupati, Kabupaten Kobar sebelumnya juga sudah terkenal dengan teknik integrasi sawit sapi. "Lantaran peternakan sapi merupakan salah satu primadona pembangunan Kabupaten kita sehingga dengan adanya SPLR bisa membawa nilai tambah terutama peternak sapi di Kecamatan Pangkalan Lada," jelas Bupati.

--page

Dalam kegiatan tersebut juga didemonstasikan teknik reproduksi sapi melalui embrio transfer (ET). Dengan teknik ini, petugas memasukkan embrio sapi berusia seminggu pada sapi betina yang sedang masa birahi.

Diharapkan dengan teknik tersebut bisa diperoleh anakan yang unggul yang nantinya bisa disiapkan sebagai sapi indukan yang bagus untuk pembiakan sapi berikutnya. (WAHYU KRIDA/B-2)