BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur menegaskan menjelang tahun politik Pemilu 2019, masyarakat harus cerdas serta mengantisipasi isu provokatif.
"Kami meminta munculnya isu provokasi berkaitan suku, agama, ras, dan antargolongan perlu diantisipasi. Sebab itu kerap kali digunakan menyerang kelompok atau individu tertentu," kata Rudianur, Kamis (19/7/2018)
Dia juga menambahkan, agar masyarakat Kotim harus cerdas dalam menanggapi isu provokatif. Dari itu, harus mewaspadai bentuk propaganda yang mulai bergentayangan di tengah masyarakat.
Sebab paradigma dalam menangapi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat harus logis. Dia berharap agar semua pihak tidak menjadi penebar isu negatif. Apabila ada provokator yang bertindak seperti itu, harus ditelusuri keberadaannya.
"Pola pikir yang mudah memancing dan terprovokasi harus diperbaiki. Sebab, bagi pihak yang tidak bertanggungjawab itu memang menjadi sasaran dan tujuan," kata Rudianur.
--page
Saat ini di Kotim lanjut dia sudah berlangsung kondusif. Jangan sampai terganggu oknum yang tidak bertanggungjawab. Bahkan dia mendorong agar potensi yang sewaktu-waktu bisa terjadi harus dipetakan sejak dini, agar dapat diantisipasi.(NACO/B-11)








