SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), luasnya disebutkan mencapai 100 hektare.

"Ada informasi lahan yang terbakar di Samuda berkisar antara 80 - 100 hektare. Untuk pastinya, masih kami cari data ril lapangan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Jumat (20/7/2018). 

Yusup mengatakan, pihaknya mendalami informasi tersebut dan mengambil data lapangan ke lokasi karhutla. Hal itu juga sebagai dasar permintaan bantuan ke pemerintah provinsi.

"Posko di daerah tersebut juga sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Hingga saat ini masih kami lakukan pantauan," kata Yusup. 

Belum diketahui persis letak kebakaran lahan tersebut. Namun kemunculan api diperkirakan sudah beberapa hari terakhir, yang semakin meluas dan sulit dipadamkan. 

--page

"Dengan luasan itu, pemadaman melalui jalur darat sangat sulit dilakukan. Kami akan meminta bantuan provinsi untuk melakukan pemadaman yakni water bombing," terang Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)