SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa hari terakhir ini kebakaran lahan dan lahan (Karhutla) terjadi pada sejumlah titik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sehingga berdampak buruk pada kehidupan satwa liar di hutan.

"Tentu sangat berdampak terhadap satwa, karena kalau sampai Karhutla terjadi terus menerus, maka akan membahayakan habitat mereka," ujar Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah, Jumat (20/7/2018).

Dampak dari Karhutla sendiri membuat tempat tinggal satwa terancam. Mereka akan kesulitan mencari makanan dan juga wadah untuk berkembang biak, sehingga bukan tidak mungkin akan merambah kepemukiman masyarakat agar mereka tetap bisa bertahan hidup nantinya.

"Jangan sampai kebakaran hutan malah memberikan dampak negatif pada kehidupan satwa. Oleh sebab itu kita harus sama-sama menjaga agar tidak terjadi Karhutla," katanya.

Bahkan akibat kebakaran lahan sendiri tidak sedikit satwa yang tewas akibat terpanggang karena tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga sangat berdampak pada habitat hewan.

"Di hutan Kotim sendiri hingga saat ini masih banyak satwa langka dilindungi, terutama orangutan, bekantan, bahkan beruang madu. Jadi untuk menjaga habitatnya, kita harus bertekad agar tidak melakukan pembakaran lahan ataupun berupaya untuk antisivasi hal tersebut," ungkapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)