SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dua kepala desa aktif memilih mengundurkan diri ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif pada 2019 mendatang.

Mereka memilih mundur lantaran tahapan sudah berproses yakni masa pendaftaran di KPU Kotim. Bahkan pengunduran kades itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kotawaringin Timue, Redy Setiawan.

"Yang mengundurkan diri itu Zulkifli kepala desa Terantang, Kecamatan Seranau dan Nadi Enggon kepala deaa Pemantang, Kecamatan Mentaya Hulu," kata Redy, Sabtu (21/7/2018).

Zulkifli mendaftar sebagai bacaleg setelah diusung PPP. Sedangkan Nadi diusung oleh Partai Golkar. Sementara di mana kedua partai itu resmi mendaftar pada Selasa (17/7/2018) lalu.

"Sementara yang lain sudah habis masa baktinya, jadi tidak perlu mengundurkan diri lagi seperti mantan kades Bukit Raya, Rasau Tumbuh, Koling dan yang lain, yang ikut maju sebagai bacaleg," tegasnya.

--page

Menurut Redy pengunduran diri dua kades aktif itu kini dalam tahap proses. Bahkan untuk mengisi kekosongan itu sudah diusulka penjabat desa (Pj) dari kalangan aparatur sipil negara.

Dalam pendaftaran bacaleg lalu, pileg 2019 memang banyak diisi oleh kalangan mantan kepala desa hingga mantan calon kades. Mantan kepala desa yang ikut bersaing ada yang baru habis masa jabatannya bahkan ada yang memang sudah lama non aktif. Bahkan itu hampir ada mewakili di setiap partai politik.

Seperti halnya partai Demokrat bebetaoa waktu lalu ditegaskan oleh Ketua DPD Demokrat Kotim bahwa bacaleg mereka tidak hanya diperkuat dari kalangan birokrat saja namun juga para mantan kades dan mantan calon kades yang sempat ikut bersaing pada pilkades serentak 2017 lalu. (NACO/B-5)