SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran lahan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diupaya pemadaman. Hingga kini setidaknya sekitar 50 hektare lahan yang sudah terbakar di sana.

"Kebakaran lahan diperkirakan 50 hektare, saat ini masih terus kami pantau," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Romel melalui Kapolsek Jaya Karya Ipda Hamdan Samudro, Sabtu (21/7/2018).

Kebakaran terjadi di desa, yakni Handil Sohor, Samuda Kota, dan Basirih Hilir.

Pihak kepolisian bersama tim gabungan Satgas Karhutla terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi kebakaran tersebut.

Hingga berita ini ditulis, kebakaran berangsur padam. Namun masih ada beberapa titik yang masih terlihat mengeluarkan asap.

--page

"Setelah dipadamkan melalui jalur darat dan puluhan kali water bombing, api sudah mulai padam," kata Hamdan.

Walaupun sudah mulai padam, namun pihaknya bersama tim terus memantau lokasi tersebut.

Kebakaran lahan di daerah tersebut sulit dipadamkan melalui jalur darat karena jalan menuju lokasi hanya lima km saja yang bisa dilintasi kendaraan bermotor. Sedang 2 km lagi harus jalan kaki lewat gambut dalam.

"Gambutnya sangat dalam, bahkan saat melintas kaki juga terperosok. Hal itulah yang membuat api sangat sulit dipadamkan. Karena kalau hanya padam bagian atasnya saja, maka bagian bawahnya bisa masih menyala dan kembali akan membesar,"  terang Hamdan.

Di lokasi tersebut memang sudah hampir setiap tahun terbakar. Hal itu terjadi pada saat musim kemarau seperti saat ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)