PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pakar Teknologi Pertanian dari Universitas Padjadjaran berencana membuatkan mesin khusus agar pemupukan bisa berlangsung maksimal di kebun sawit milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

“Dari kunjungan kami kali ini, sudah terbayang mesin seperti apa yang akan kami buat untuk membantu pemupukan di perkebunan sawit. Dengan adanya mesin ini, pemupukan bisa optimal,” kata Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Padjadjaran  Ir Mimin Muhaemin M Eng Phd kepada Borneonews, di Pangkalan Bun, akhir pekan ini.

Sebelumnya, ia memperoleh informasi dari rekannya seorang ahli tanah dari Universitas Padjadjan Bandung, bahwa pemupukan di perkebunan sawit cenderung tidak berlangsung efektif.

“Saat ini pupuk dimasukkan ke dalam mesin, lalu mesin berputar untuk menyebarkan pupuk. Jadi beberapa bagian dari pupuk ada yang menempel di rumput, jadi debu yang berterbangan, atau menempel di batang pohon atau daun. Jadi kemungkinan hanya sekitar 20-50 persen saja pupuk yang masuk ke dalam tanaman,” jelas Mimin.

Menurut dia, mesin pemupukan yang digunakan di perkebunan milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk ini sama seperti yang dimiliki perkebunan sawit lainnya di Indonesia dan di Malaysia. Bahkan di Malaysia, kata Mimin, perkebunan sawit menebar pupuk menggunakan pesawat sehingga banyak pupuk yang terbuang begitu saja.

--page

“Kami mengusulkan pembuatan mesin yang bisa membuat lubang pada tanah, lalu pupuk dimasukkan ke dalam tanah melalu pipa, lalu mesin menutup kembali tanah tersebut. Akar pohon akan menyerap pupuk yang sudah terkubur dalam tanah itu,” jelasnya.

Ia mengaku, ide ini mendapat respon positif dari Chief Operating Officer PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Nasarudin Bin Nasir. (m)