TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) perusahan tambang batubara yang beroperasi di wilayah Barito Timur diduga telah melakukan blasting (peledakan)  dekat dengan permukiman warga di Desa Batuah Kecamatan Reren Batuah.

Salah seorang warga, Elto (27) mengungkapkan, peledakan yang dilakukan perusahaan tambang batubara PT MUTU telah sangat mengganggu aktivitas warga. Mengingat, jarak antara pemukiman warga dan lokasi pertambangan batubara itu hanya kurang lebih 300 meter.

Dampak yang dirasakan warga Desa Batuah atas aktivitas pertambangan itu, lanjut Elto, juga telah beberapa kali disampaikan kepala desa dan pihak kecamatan. Namun, hingga saat ini belum juga menemukan jalan keluarnya.

“Jadi responnya sangat lamban, saat ada warga yang protes lahannya digarap langsung aktivitas tambang baru berhenti dan blasting pun juga berhenti” ungkapnya, Minggu (22/7/2018).

Terkait dampak dari kebisingan maupun getaran yang ditimbulkan dari aktivitas blasting, tambah Martin, secara fisik dapat dilihat dari beberapa kondisi rumah warga yang mengalami retak dan sebagainya.

--page

Selain itu, bagi Edy, dampak yang paling berpengaruh ialah pada kondisi psikis dan kesehatan keluarganya, khususnya anak yang dimilikinya.

Sebab, akibat sering merasakan getaran dan suara blasting yang cukup kencang itu, anak-anaknya mengalami trauma secara psikis. Seperti, kadang merasa kebingungan yang disertai rasa takut dan sebagainya.

“Jadi, keluarga kami, khususnya anak-anak kami itu trauma secara psikis. Itu yang paling prinsip,” timpal Martin yang sudah bertahun-tahun di Desa Batuah, serta salah satu pemilik lahan yang digarap oleh PT MUTU. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)