BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Jhon Krisli menegaskan, aspirasi warga yang disampaikan melalui reses anggota DPRD Kotim akan diupayakan terealisasi. Bahkan, itu akan dibahas dalam APBD Perubahan 2018 ini.
Menurut Jhon, untuk kegiatan yang diusulkan skala kecil, sangat besar kemungkinan bisa dianggarkan di APBD Perubahan ini, karena tidak perlu waktu lama untuk mempersiapkan pelelangan.
"Asalkan itu proyek Penunjukan Langsung misalnya, sebab, waktu efektif untuk kegiatan yang menggunakan anggaran APBD Perubahan 2018 hanya dua bulan yaitu Oktober dan November," kata Jhon, Minggu (22/7/2018).
Lanjut Jhon, sangat tidak mungkin waktu pekerjaan melebihi dua bulan tersebut jika dipaksakan pekerjaan besar. Karena asumsi kegiatan lebih dari Rp200 juta harus melalui proses lelang sehingga tidak mungkin bisa cepat dilaksanakan di APBD Perubahan.
Selain itu, juga harus memperhatikan faktor cuaca. Karena jangan sampai kegiatan molor lantaran pekerjaan terkendala cuaca, seperti intensitas hujan tinggi atau faktor lain.
--page
"Kita lihat sering kali akhir tahun biasanya sering terjadi musim hujan pekerjaan jadi terhambat," tegasnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, ada anggaran sekitar Rp2,5 miliar yang bisa dibagikan untuk realisasi hasil reses ini. Maka dari itu usulan tersebut harus sudah disampaikan sebelum 30 Juli 2018 karena akan dibawa dalam forum APBD Perubahan nantinya. (NACO/B-2)








