SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Belakangan ini politikus PDIP, Jhon Krisli, santer dikabarkan menjalin komunikasi dengan sejumlah petinggi partai di Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Kabar itu muncul pascanamanya tidak masuk dalam daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang didaftarkan ke KPU Kotim. Padahal sebelumnya dia sudah memasang dirinya untuk bertarung kembali di daerah pemilihan I. 

Namun, Jhon Krisli menepis kabar bahwa dirinya akan loncat partai, baik itu ke Golkar atau ke Nasdem. Ia mengaku itu hanya silaturahim saja.

"Saya belum mau pindah partai, memang ada silaturahim ke Nasdem dan Golkar, tetapi itu murni silaturahmi. Karena ketua partainya itu teman semuanya, masa tidak boleh,“ kata Jhon Krisli, Minggu (22/7/2018).

Akan tetapi, ia tidak menampik bahwa sudah ada pembicaraan mengarah kepada tawaran untuk dicalonkan sebagai kepala daerah dari dua parpol tersebut.

--page

"Saya masih melihat peluang dan tantangan yang akan dihadapi jika mengambil keputusan tersebut. Memang ada juga partai yang ingin membawa saya dan dicalonkan, baik itu di DPRD kabupaten atau ke DPRD provinsi," ucap Jhon.

Ketua DPRD Kotim tiga periode ini mengaku meminta waktu untuk berpikir dan memutuskan. Apakah ia akan maju kembali ke kabupaten atau provinsi?

Si sisi lain, ia enggan menenggapi adanya dugaan permainan politik di balik namanya tidak masuk dalam daftar bacaleg PDIP Kotim.

Sebab dengan tidak dicalonkan PDIP pada pileg 2019 akan berdampak terhadap karirnya di dunia politik. Terlebih, nama Jhon Krisli merupakan salah satu kandidat untuk maju di pilkada Kotim 2020. (NACO/B-3)