BORNEONEWS, Kasongan- Warga dua kecamatan di Kabupaten Katingan, yakni Mendawai dan Katingan Kuala, sudah sejak lama kesulitan sarana transportasi jika hendak bepergian keluar daerah, termasuk ke Kota Kasongan.
Penyebabnya, kerukan Hantipan yang menjadi jalur tembus hingga wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah sekitar sebulan terakhir mengalami pendangkalan. Akibatnya kerukan itu tidak lagi bisa dilewati kelotok.
Biasanya warga yang nekat melalui kerukan ini harus menggunakan jasa kelotok ces (getek) yang ukurannya lebih kecil dan hanya muat beberapa orang.
Itupun penumpang yang menggunakan jasa kelotok ces tidak jarang harus turun dan mendorong alat transportasi yang digunakan saat melewati kerukan dangkal.
"Iya kerukan Hantipan sudah sekitar sebulan ini dangkal dan tidak bisa dilewati kelotok penumpang yang ukurannya besar," ujar Lurah Pagatan Hilir, Kecamatan Katingan Kuala, Ahmad Kasmiran, Minggu (22/7/2018).
--page
Menurutnya, warga yang ingin ke Sampit atau Kasongan yang melewati kerukan Hantipan harus melanjutkan perjalanan menggunakan kelotok ces.
Selain melewati kerukan Hantipan, ujar Ahmad Kasmiran, biasanya warga Pagatan atau Mendawai yang ingin ke luar daerah dapat melalui pesisir Laut Jawa. Selain itu, melewati Sungai Katingan. Namun sejauh ini tidak ada trayek kelotok dari Pagatan atau Mendawai menuju Kasongan itu.
"Jalur yang aman sebenarnya lewat kerukan Hantipan, tapi sekarang kerukan yang ada dangkal," katanya.
Ia mengaku, dua wilayah Katingan Kuala dan Mendawai sejauh ini hanya mengandalkan transportasi air atau sungai dan laut untuk ke luar daerah. Pasalnya, belum ada jalan darat yang tembus menuju Kasongan atau Sampit. (ABDUL GOFUR/B-3)








