BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi, mengakui bahwa peralatan pemadaman kebakaran di daerah ini masih terbatas. Hal itu tentunya menghambat para petugas untuk menjinakan api saat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Kami akui peralatan damkar sangat terbatas. Terutama saat menjangkau karhutla yang terjadi di daerah pedalaman," ujar Supian, Senin (23/7/2018).
Dirinya menerangkan, saat ini pihaknya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor sudah merapatkan anggaran penyediaan alat damkar tersebut. Namun masih dalam perhitungan, seberapa besar dana yang akan dikeluarkan.
"Masih kami hitung-hitung, mudah-mudahan tahun ini bisa tersedia dan dapat menyiapkan anggaran untuk alat damkar tersebut," kata Supian.
Penanganan kebakaran laham sediri sangat membutuhkan peralatan yang memadai. Apalagi lahan yang ada di daerah ini didominasi gambut. Sehingga pemadamannya membutuhkan kerja keras dan maksimal.
--page
"Karena bisa saja di atas terlihat padam, namun satu atau dua meter di bawahnya masih menyala. Sehingga harus dipadamkan secara maksimal, dan itu tentu membutuhkan peralatan yang memadai," terang Supian.
Walaupun keterbatasan peralatan, Supian sangat mengapresiasi kinerja tim Satgas Karhutla yang bergerak cepat melakukan pemadaman. Sehingga beberapa titik api di daerah ini sudah berhasil dipadamkan oleh pihaknya.
"Kami sangat berharap agar hujan kembali turun di daerah ini agar kebakaran lahan bisa diantisipasi," harap Supian.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena itu hanya menguntungkan dirinya sendiri, namun sangat merugikan orang lain. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








