BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Kasi Pemasaran pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Sigit, mewakili kepala dinas, menyebut kenaikan harga daging dan telur ayam dipasaran terjadi akibat terbatasnya pasokan dari distributor.
Menurut dia, saat para peternak sedang kesulitan menyiapkan indukan ayam pedaging. Pasalnya, kebutuhan ayam potong di Kobar mencapai 1 ton per hari. Sedangkan masa pemeliharaan ayam pedaging perlu 35 hari untuk siap panen. Tingginya permintaan tersebut berimbas pada peternak petelur.
"Ada beberapa faktor penyebab harga telur bisa naik. Termasuk juga faktor cuaca, sehingga memengaruhi produksi telur ayam," tuturnya, Senin (23/7/2018).
Ia menambahkan, masalah kenaikkan harga telur ayam masih dicarikan solusinya agar tidak semakin melonjak.
Upaya yang telah dilakukan di antaranya Dinas Peternakan menghubungi para distributor supaya bisa menambah pasokan.
--page
Di sisi lain, meski harga daging dan telur ayam naik, tidak memengaruhi tingkat permintaan konsumen. (ANDREANSYAH/B-3)








