BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Malaysia di bawah pemerintahan baru pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad ingin semakin mempererat kerjasama di berbagai bidang, termasuk upaya menjaga agar kelapa sawit tetap menjadi komoditas andalan kedua negara.
Untuk itu, baik Pemerintah Indonesia maupun Malaysia sepakat untuk meningkatkan kerja sama melawan kampanye negatif terhadap produk minyak sawit yang terjadi di Uni Eropa.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah di Jakarta awal pekan ini.
"Kami sepakat meningkatkan kerja sama untuk melawan kampanye negatif terhadap produk sawit di wilayah Uni Eropa," kata Menlu Retno.
Hal senada disampaikan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah, yang mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara produsen minyak sawit terbesar di dunia harus bekerja sama dalam memelihara pasar produk sawit di Eropa.
--page
"Kedua negara merupakan penghasil produk minyak sawit terbesar di dunia, maka kita harus kompak. Kami sepakat bahwa kedua negara harus mengintensifkan diskusi dan kerja sama karena isu ini begitu besar," ujar Saifuddin.
Selanjutnya, kedua menlu juga sepakat untuk memainkan peranan masing-masing agar masalah kampanye negatif terhadap produk sawit di wilayah Uni Eropa dapat dikelola secara terstruktur.
"Kita perlu bekerja sama lebih erat lagi dalam isu kelapa sawit ini," ujarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








