BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo mengatakan, konflik lahan paling rentan menyebabkan gesekan antarkelompok di masyarakat, khususnya pihak yang bersengketa.
Hal itu ditegaskan usai pemaparan masalah pertanahan, dengan Kejari Kotim. Dia juga mengapresiasi kepedulian kejaksaan, untuk bersama-sama menekan angka konflik pertanahan di Kotim.
Kepedulian aparatur penegak hukum diharapkan dapat meminimalisasi persoalan konflik lahan yang selama ini berujung pada tingkat gugatan di pengadilan, hingga menimbulkan bentrok fisik di lapangan.
Handoyo menyebutkan konflik pertanahan akan jadi persoalan tertinggi hingga beberapa tahun ke depan. Apalagi, harga tanah akan terus naik dan otomatis akan mengundang konflik.
Dia sepakat kepada penegak hukum untuk tegas dalam hal menindak siapa pun yang bermain-main dengan urusan pertanahan ini.
--page
"Tim pengendalian dan penyelesaian sengketa lahan di Kotim yang sudah terbentuk selama ini belum mampu membendung persoalan tersebut," tukasnya.
Makanya dalam pertemuan itu diundang kades, lurah hingga camat supaya dalam menerbitkan surat atau administrasi pertanahan tidak hanya di atas meja saja. Harus sesuai dengan SOP agar tidak melanggar aturan hukum.(NACO/B-11)








