TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang- Kebakaran hutan dan lahan yang mulai terjadi di beberapa daerah di Kalteng, mendapat perhatian khusus dari Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas.

Ia pun mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kesiagaan dan memantau lokasi yang dianggap rawan kebakaran.

"Saya ingin seluruh jajaran tidak lepas memantau kondisi di daerah. Selalu cek kondisi dan perkembangan di lapangan dan wajib berusaha mendukung upaya pemadaman," ungkap Bupati Ampera, Selasa (24/7/2018).

Ia meminta, camat dan kepala desa jangan hanya menerima laporan. Tetapi turun langsung memantau kondisi di wilayah masing-masing. Sejauh ini, katanya, petugas pemadam kabakaran, personel Polri dan TNI, terus bekerja keras memantau agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi di Barito Timur.

"Armada dan alat pemadam kebakaran sudah disiapkan, yang ukuran kecil disiagakan di setiap kecamatan," ujarnya.

--page

Terlepas dari kendala yang di hadapi di lapangan, Bupati minta agar petugas tetap tegar dan siaga. Libatkan seluruh elemen mulai dari kepala desa, kepala dusun, ketua RW, ketua RT, dan masyarakat. Semua mesti bersinergi dan bergotong royong untuk padamkan api.

"Ajak masyarakat terutama pemilik lahan yang lahannya terbakar untuk ikut memadamkan api," ungkapnya.

Bupati turut pula menekankan agar petugas di lapangan selalu memegang semboyan Pantang Pulang Sebelum Padam. Termasuk bila harus bermalam di lokasi kebakaran.

Karena, sifat lahan gambut yang terbakar, biasanya di permukaan padam, namun di dalam ternyata api masih membara. Makanya, petugas jangan terpedaya dengan kondisi luarnya saja.

"Pastikan dulu api benar-benar padam, baru buat keputusan untuk pulang. Kalau belum padam jangan pulang. Ini sudah menjadi semboyan pemadam kebakaran," sebutnya.

--page

Di sisi lain, Bupati Ampera minta aparat penegak hukum untuk tidak segan menindaktegas pelaku kebakaran lahan dan hutan. Kemudian bagi masyarakat jangan sekali-kali memerun, terlebih membersihkan lahan dengan cara membakar. Pemilik lahan diminta untuk menjaga lahannya agar tidak tersentuh api. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)