BORNEONEWS, Sampit - Ahli waris HM Arsyad menginginkan pembangunan wc dan halte proyek Dinas Sosial Kotim, berada di luar kompleks pemakaman pahlawan nasional asli Kotim itu.
"Kami ingin wc dan halte tersebut dipindah ke tanah kosong yang ada di samping kompleks makam. Jadi tidak mengganggu," kata ahli waris HM Arsyad, Mulyadi, Selasa (24/7/2018).
Dia sudah mengutarakan hal tersebut kepada perwakilan Dinas Sosial Kotim. Namun, jawaban yang dia terima, anggaran untuk itu tidak cukup membeli tanah yang ada di samping kompleks. Sehingga pembangunan wc tetap di dalam kompleks pemakaman.
"Itulah alasan mereka, lalu saya minta agar pembangunan itu ditunda. Setelah tanah itu dibeli, dan pada anggaran berikutnya baru dibangun lagi. Namun itu tidak digubris," kata Mulyadi.
Pihak keluarga tidak terima dengan perlakuan dinsos yang melakukan pembangunan tanpa koordinasi dan konsultasi. Bahkan dinilai memutuskan pembangunan sepihak. Dengan alasan kompleks tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah.
--page
"Itukan artinya semena-mena, tanpa ada konsultasi kepada kami ahli waris. Sedangkan pembangunan itu sendiri membuat kompleks semakin sempit dan bisa mengganggu kalau dilaksanakan upacara," kata Mulyadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








