BORNEONEWS, Palangka Raya - Alba, si Orangutan albino yang menyedot perhatian, karena satu-satunya orangutan albino yang diketahui di dunia dari Kalimantan Tengah (Kalteng), bakal dilepasliarkan. Rencana pelepasliaran termasuk tempat dan waktu, akan dibahas Rabu (24/7/2018), hari ini.
Pembicaraan dijadwalkan usai Apel Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Gubernur Kalteng. Gubernur Sugianto Sabran bertindak selaku Pembina Apel.
Pembicaraan dilakukan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Citra Borneo Indah Group, yang tergerak untuk mengelola Pulau Salat sebagai tempat, dan didukung Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Keputusan ini adalah peran aktif Pemerintah Kalteng dalam menjaga kelestarian satwa kebanggaan masyarakat, yaitu orangutan. Langkah positif ini, menunjukkan Pemprov Kalteng serius mendukung sepenuhnya upaya tersebut,” kata Head of Sustainibility PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Desi Kusumadewi, Selasa (24/7/2018).
Alba adalah orangutan albino betina berumur enam tahun yang diselamatkan pada April 2017 dari Desa Tanggirang, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Proivinsi Kalteng. Rencana awal, pelepasliaran Alba ini membidik Pulau Salat.
“Pulau Salat adalah tempat pra-pelepasliaran yang dapat menunjang kehidupan Alba sebagai satwa liar, namun tetap dapat membantu melindunginya dari bahaya pemburu dan pemangsa,” tutur Desi.
Per Mei 2017, ada sebanyak 24 orangutan yang sudah pra pelepasliaran di Pulau tersebut. Pulau Salat berpeluang menampung sebanyak 200 ekor orangutan.
Prapelepasliaran yang sedang dilakukan, membutuhkan kawasan berhutan yang cukup besar untuk menampung orangutan. Dan Yayasan BOSF telah bekerjasama dengan SSMS untuk keperluan tersebut. (ROZIQIN/B-11)








