BORNEONEWS, Sampit - Adanya penolakan proyek dari Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di kompleks makam pahlawan H Muhammad Arsyad berpolemik lantaran sikap ngotot dari instansi ini sendiri.
Padahal sudah lama diingatkan sebelum pembangunan proyek tersebut agar dilakukan koordinasi dengan ahli waris agar tidak berpolemik seperti saat ini.
"Sebelum adanya polemik ini kita sudah sampaikan ke Dinsos agar koordinasi, namun sepertinya tidak dilakukan," kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, Rabu (25/7/2018).
Politisi Partai Amanat Nasional ini tampak menyayangkan sampai terjadinya polemik ini. Ia menyebut pihak Dinsos agar melakukan koordinasi supaya pelaksanaan kegiatan itu tidak sampai bermasalah dan berjalan lancar.
Ia mengakui proyek tersebut pada dasarnya bersifat positif dalam rangka pelestarian nilai-nilai kepahlawanan melalui pemeliharaan taman makam pahlawan.
--page
"Ini yang kita khawatirkan mengapa perlu koordinasi itu. Agar jangan sampai seperti ini. Kalau seperti itu mau bagaimana lagi," tegasnya.
Meski demikian Dadang ingin pihak Dinsos bisa melakukan koordinasi lagi. Jangan sampai proyek tersebut semakin membuat masalah menjadi semakin besar.
Ia yakin jika proyek di Jalan Badawi Udan Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotim itu diselesaikan dengan duduk bersama bisa menghasilkan kesepakatan tanpa harus membuat suasana semakin memanas. (NACO/B-5)








