BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Holding perkebunan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, menargetkan bisa mengekspor 80% produk minyak sawit mentahnya ke berbagai negara pada tahun depan.
"Rencana ekspor ini bertujuan untuk meminimalisir selisih kurs dalam rencana investasi perusahaan," kata Direktur Utama PTPN III, Dolly P. Pulungan, di Jakarta, Rabu (25/7/2018).
Dari target 3,2 juta ton produksi CPO tahun depan, menurut Dolly, pihaknya berencana untuk mengekspor sekitar 2,5 juta ton. Sementara untuk tahun ini, pihaknya menargetkan bisa mengekspor 400.000 ton CPO dari total target produksi sebesar 2,7 juta ton dalam rangka penjajakan pasar.
"Hingga saat ini, kami telah mengekspor sedikitnya 145.000 ton CPO dari Medan. Adapun sejumlah negara yang akan menjadi target pasar ekspor PTPN III antara lain negara-negara Afrika, Asia Selatan, China, Pakistan, dan India," papar dia.
Dolly mengatakan, kendati saat ini terdapat kampanye negatif terkait CPO oleh sejumlah negara, khususnya Eropa dan Amerika, produk CPO asal PTPN bisa menembus pasar-pasar target.
--page
"Dalam kunjungan sejumlah duta besar negara-negara Eropa baru-baru ini, PTPN mendapat tanggapan positif terkait proses produksi sawitnya. Adapun komponen penilaian positif tersebut antara lain operasional perkebunan yang tidak mengancam kelestarian hewan dan tumbuhan di wilayah perkebunan dan tidak melakukan pembakaran lahan," ujarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








