SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Akhirnya keluarga dan ahli waris pahlawan kemerdekaan H Muhammad Arsyad bin Dukarim bisa bernafas lega.

Setelah surat penolakan mereka disetujui dan pembangunan wc dan halte di kompleks makam dibatalkan dan dibongkar lagi.

"Tadi ada perwakilan dinas sosial yang datang ke makam dan mengambil surat penolakan dari kami kepada penjaga makam. Setelah itu memerintahkan tukang untuk membongkar pembangunan tersebut," ujar perwakilan ahli waris HM Arsyad, Mulyadi, Rabu (25/7/2018).

Namun dia tidak sempat bertemu dengan perwakilan dinsos dan mereka langsung pergi setelah mengambil dan memantau pembongkaran.

Pihak keliarga sangat bersyukur,karena apa yang sudah diamanatkan almarhum sudah bisa dijalankan dan tidak ada pembangunan di kompleks makam.

--page

"Kami hanya menjalankan amanat saja. Karena tidak boleh ada sesuatu yang najis di area pemakaman dan kami sangat bersyukur bahwa pembongkaran itu akhirnya dilakukan," katanya.

Sementara saat ini sejumlah tukang sedang melakukan upaya pembongkaran pondasi yang sudah dikerjakan. Sejumlah material bangunan juga masih ada di ruang penyimpanan dan saat ini pihak keluargapun terus melakukan pemantauan.

Sedangkan hingga saat ini belum ada keterangan dari Dinas Sosial terkait permasalahan tersebut. Karena saat dihubungi Borneonews.co.id, belum ada jawaban dari Kepala Dinas Sosial Kotim, Agus Tripurna Tangkasiang. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)