BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ternyata fase totalitas gerhana bulan total yang bakal terjadi 28 Juli 2018 dikategorikan terlama yaitu sekitar 103 menit.
Dengan durasi totalitas itu gerhana yang bakal terjadi ini dianggap gerhana bulan dengan durasi totalitas terlama, hingga lebih dari 100 tahun ke depan.
Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rangga Setya Pratama, Rabu (25/7/2018) menjelaskan penyebab lamanya durasi gerhana itu karena oleh tiga hal.
"Penyebab pertama adalah saat puncak gerhana terjadi, posisi pusat piringan Bulan dekat sekali dengan pusat umbra (bayangan) bumi yang dinyatakan dalam satuan radius equatorial Bumi dan dilambangkan dengan gamma. Secara umum, semakin kecil nilai absolut gamma, semakin lama durasi totalitas gerhana bulan total yang terjadi," jelasnya.
Berdasarkan perhitungan, nilai gamma pada fenomena gerhana bulan total 28 Juli 2018 adalah 0,1168.
--page
"Penyebab kedua adalah gerhana bulan total 28 Juli 2018 terjadi saat bulan di sekitar titik terjauhnya dari bumi yang dikenal sebagai titik apoge. Berdasarkan perhitungan, bulan mencapai titik apoge pada 27 Juli 2018 pukul 12:44 WIB sejauh 406.223 Km. Empat belas jam kemudian tepatnya saat puncak gerhana terjadi, jarak bumi-bulan menjadi lebih dekat 270 Km daripada saat di apoge," jelasnya.
Menurutnya secara umum semakin jauh jarak bumi-bulan akan semakin kecil tampakkan ukuran bulan, sehingga berpotensi menyebabkan bulan akan lebih lama berada di umbra bumi jika dibandingkan dengan bulan saat berada di daerah titik perige atau terdekat dari bumi yang berarti gerhana bulan total berpotensi lebih lama.
"Penyebab ketiga adalah pada bulan Juli bumi sedang berada di sekitar titik terjauhnya dari matahari atau aphelion yang terjadi pada 6 Juli 2018 pukul 23:47 WIB dengan jarak 152 juta km. Pada saat puncak gerhana terjadi, jarak bumi-matahari adalah lebih dekat 184 ribu km dari saat di aphelion tersebut. Secara umum semakin jauh posisi bumi dari Matahari, kerucut umbra yang terjadi menjadi semakin panjang dan lebih besar jika dibandingkan saat bumi berada di sekitar titik terdekatnya dari Matahari. Karena itu, durasi totalitas gerhana bulan total yang terjadi berpotensi menjadi lebih lama," tandasnya. (YUDA/B-6)








