SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Salah satu kendala utama dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada sektor perikanan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) adalah lemahnya akses dalam memperoleh modal dan kurangnya informasi.

"Kendala utama adalah permodalan, sehingga hal itulah yang harus dipecahkan bagi instansi terkait, terutama Dinas Perikanan," ujar Staf Ahli Bupati Kotim Sutaman, Rabu (25/7/2018).

Sutaman menyampaikan sambutan tersebut dalam kegiatan sosialisasi fasilitasi kemitraan pelaku usaha perikanan Dinas Perikanan Kotim. Dimana saat ini sangat penting bagi pelaku usaha kecil dalam permodalan. Yang mana mereka membutuhkan itu semua untuk mengembangkan usahanya. Sehingga harus ada trobosan yang dapat membantu pihaknya dalam pengembangan.

Sehingga sangat perlu penerapan ekonomi kerakyatan di Kotim ini. Hal itu dilakukan guna mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Bentuknyata ekonomi kerakyatan yakni mendukung UMKM untuk memproduksi lebih banyak lagi. Pemasarannyapun tidak hanya sekala lokal saja, namun juga harus dapat keluar daerah," kata Sutaman.

--page

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kotim Herianto mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut merupakan cara pihaknya untuk memberikan wadah kepada UMKM dan kelompok pembudidaya perikanan untuk mendapatkan akses modal.

"Jadi kami siapkan akses pinjaman dan permodalan dari perbankan untuk mendukung usaha merek. Bahkan ada juga sistem kerjasama CSR dengan pihak perusahaan besar swasta (PBS). Hal itu dilakukan untuk mendukung permodalan mereka," terang Herianto. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)