SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur menilai daerah ini belum mandiri dan masih mengandalkan pasokan ayam potong dari luar daerah. Padahal potensi pengembangan dan peternakan di daerah ini sangat terbuka lebar.

Apalagi belakangan harga ayam di pasaran sangat mahal dan mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Itu terjadi karena faktor pasokan dari luar daerah berkurang, sementara permintaan pasar tinggi.

Dari itu, pemerintah dituntut membantu pemberdayaan peternak, supaya  peternak lokal makin banyak dan mampu mencukupi kebutuhan dalam daerah.

"Kami melihat pembinaan kepada peternak lokal selama ini memang lemah. Pemerintah harus membentuk kelompok peternak yang didukung dan dibantu," kata Rudianur, Rabu (25/7/2018).

Rudianur menyarankan agar ke depannya peternak ayam potong lokal ini dibentuk. Untuk mempermudah pembinaan dan pengembangan. 

--page

Dia mengaku pernah mendapatkan informasi peternak lokal sedikit. Yakni, karena pemasarannya terkendala, padahal kebutuhan di lapangan selama ini sangat tinggi.

"Artinya ada sesuatu yang tidak beres di pasaran apakah itu ada permainan pasar oleh oknum atau seperti apa. Ini yang perlu adanya campur tangan pemerintah," tandasnya.(NACO/B-11)