BORNEONEWS, Sampit - DPRD Kotawaringin Timur tidak lama lagi akan segera membahas APBD Perubahan 2018. Di dalam pembahasan itu ada sejumlah program yang ditambah, baik yang berkaitan dengan infrastruktur maupun sektor lainnya.
"Kami DPRD Kotim mengingatkan program itu jangan sampai skala besar yang harus melalui program lelang. Karena dikhawatirkan waktu yang tersisa tidak akan mencukupi," kata Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli, Rabu (25/7/2018).
APBD Perubahan menurut dia harus difokuskan untuk kegiatan yang sifatnya cepat, seperti pekerjaan skala penunjukan langsung (PL), bukan sebaliknya pekerjaan kontruksi yang berat.
Jhon mengungkapkan pelaksanaan APDB Perubahan paling lama tersisa di bawah 3 bulan. Maka, tidak salah jika eksekutif nantinya tidak mengusulkan pembangunan dengan waktu melebihi dari yang tersisa.
Dia menegaskan, untuk pekerjaan fisik yang berat akan diarahkan ke APBD Murni 2019. Pihaknya juga akan tegas menolak program yang tidak memungkinkan dilaksanakan di APBD Perubahan.
--page
APBD Perubahan Kotim akan mulai masuk dalam pembahasan sekitar September mendatang. Disarankannya, agar APBD Perubahan jadi ruang untuk merealisasikan program yang tidak terlaksana di APBD Murni 2018.(NACO/B-11)








