PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Orangutan Albino dengan nama Alba yang ditemukan tahun lalu di Kapuas Hulu, mendapat perhatian Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran. Menurutnya, Alba harus jadi aset Kalteng dan karena itu jangan sampai dibawa keluar.

Dia meminta, karena satu-satunya di dunia terkait kelangkaannya, maka harus menjadi ikon Kalteng. Termasuk cara mengemas dari sisi lain, misalnya pariwisata.

“Sebenarnya ini branding daerah, aset daerah. Maka biar tetap dipelihara di sini,” kata Sugianto, Rabu (25/7/2018).

Penekanan ini sebagai pesan kepada siapapun pihak terkait dengan upaya pemeliharaan dan pelepasliaran orangutan tersebut. Sebab, Sugianto sudah mendapatkan informasi terkait permintaan beberapa pihak yang ini membawa Alba ke luar Kalteng.

“Alba mau dipindahkan ke Jakarta. Lalu ada info lagi mau diambil oleh pengusaha. Ya saya bilang tidak,” tandasnya usai menerima perwakilan  PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Citra Borneo Indah (CBI) Group, terkait rencana pelepasliaran Alba beberapa bulan ke depan.

--page

“Terimakasih kami sampaikan ke BOSF yang bekerjasama dengan PT SSMS ini, karena telah merawat sehingga orangutan albino itu sehat,” pungkasnya.

Sementara itu, Mewakili Departemen Sustainability PT SSMS, Kinanti mengatakan, orangutan dengan kondisi albino sulit ditemukan, sehingga langsung menjadi perhatian luas.

“Albino itu benar-benar langka. Waktu ditemukan sudah terpisah dari induk. Tidak mesti induknya ada yang albino ya. Dulu pertama ditemukan sih kurus, sekarang sudah gemuk,” kata Kinanti. (ROZIQIN)